Friday, 7 February 2014

Api Neraka Ternyata Dingin

“dan tidak ada seorangpun dari kalian, melainkan mendatangi neraka.” (Qs. Maryam: 71)

Imam al-Ràzi dalam Mafàtìhul ghaibnya menyebutkan beberapa khilafiyah antar ulama dalam mentafsiri ayat di atas, salah satunya adalah bahwa semua orang -baik muslim atau kafir, orang yang taat atau banyak maksiat- pasti akan masuk dalam neraka, tapi yang membedakan adalah orang mukmin justru merasakan kenikmatan, mereka masuk neraka dengan tanpa rasa takut, tanpa merasakan siksa sama sekali, tapi justru suka ria dan bahagia, hal ini sama dengan kejadian ketika nabi Ibrahim dilemparkan kedalam luapan api oleh Namrud, si raja lalim.

Ar-Ràzi menguatkan pendapat ini dengan hadis nabi yang diriwayatkan oleh jabir ra. Suatu ketika Jabir bertanya pada Rasulullah perihal ayat ini, dan Rasulpun menjawab: “yang dikehendaki dengan datang ya masuk, tidak terkecuali baik orang baik, atau orang lalim kecuali memasukinya, hanya saja neraka terasa dingin dan tidak membahayakan bagi orang-orang yang beriman hingga terdengar suara gaduh karena mereka merasa dinginnya neraka”.


Al-Syàthiby mengungkapkan bahwa setiap anggota tubuh yang digunakan untuk beribadah maka tidak akan merasakan sengatan api neraka, seperti semua anggota yang digunakan sujud.
“jauhilah api Neraka meski dengan (bersedekah) sekelumit Kurma” (HR. Al-Bukhàri Muslim)


Begitu dahsyatkah sengatan api neraka hingga Nabi menyuruh kita menghindar darinya walau dengan hal sekecil apapun yang memungkinkan?
Jawabannya, JELAS dahsyatnya!!